PAGI HARI DI RUMAH

Hafidh Syakhisk

Pukul lima, suatu pagi yang cerah di rumah. Matahari pagi yang masih malu menampakan cahayanya, terlihat melalui jendela kamarku yang lebar. Langit yang tadinya berwarna hitam berubah menjadi kebiru-biruan dan sedikit merah. Terasa tenang jika melihat langit subuh dari kamar ku yang sunyi ini. Rasanya seperti berada di pedesaan yang begitu tenang.

Biasanya di pagi hari seperti ini, aku masih tertidur lelap karena lelah mengerjakan tugas sampai tengah malam, namun hari ini terasa berbeda. Aku bangun lebih pagi dan badan terasa segar, sama sekali tidak merasa ngantuk. Namun berat sekali rasanya bangun dari kasur, nyaman rasanya pagi hari rebahan di kasur. Saat ku lihat di hp ku, ternyata sekarang hari sabtu, yang mana tidak ada jadwal kuliah.

Terdengar suara pintu tertutup yang terdengar samar di telingaku, mungkin kedua orang tuaku sudah bangun dan mulai beraktifitas. Biasanya beliau mulai bersiap diri untuk menyiapkan sarapan pagi. Namun karena sekarang bulan Ramadhan, tak mungkin beliau menyiapkan sarapan. Waktu menunjukkan pukul 6, aku pun turun ke bawah untuk melihat, sedang apa beliau di bawah. Ternyata itu mamaku yang sedang menyapu teras rumah.

Burung-burung bersiulan di atas pepohonan dan kabel listrik. Sekilas aku melihat anak kucing yang sedang bergurau dengan temannya, dan daun-daun yang berjatuhan di bawah pohon menghiasi jalan.

Aku pergi ke taman belakang rumah untuk mengambil handuk, ternyata ada kakakku yang sedang memasukkan baju ke dalam mesin cuci. Tak biasa aku melihat kakakku mencuci baju dipagi hari, aku pun mengabaikan kakak ku dan langsung masuk ke kamar mandi. Air yang dingin membasuh sekujur tubuhku. Setelah mandi aku duduk di ruang keluarga, entah ada apa dengan anggota keluargaku, namun aku merasa hari ini sedikit aneh. Tidak biasanya mereka melakukan hal seperti itu di pagi hari yang indah ini.

Comments